Perasaanku
malem ini bercampur aduk. Nggak tahu kenapa ya. Ya ada sedikit galau, sakit,
seneng, puas, gembira juga. Beberapa menit atau jam yang lalu masih sempet aku
ketawa dan aku menganggap bahwa aku adalah manusia paling seneng saat ini.
Dunia seakan indah, langit sore yang biasanya selalu redup nampak cantik
dimataku. Yah, pokoknya semua serba indah. Namun kebahagiaan itu kayaknya nggak
bertahan lama. Detik ini malem pukul 7.44 setelah sholat isya perasaan puas,
perasaan gembira itu pun musnah. Berganti perasaan sakit, perasaan galau,
perasaan bersalah. Dalem banget pokoknya. Sebuah SMS pendek yang masuk ke HP
ku. Membuat semuanya berubah. “Terimakasih ya Alloh, Hari ini telah Kau
tunjukkan bahwa di bukanlah yg terbaik buat hamba.” Seakan hati
ini digempur godam pas ngebaca sms itu. SMS dari seorang temen deket yang pernah sedemikiaan
suka, pernah menggantung harapan padaku. Ya Rabb, sedimikian salahkah hambamu ini sehingga tega
melukai makhluk indah ciptaanmu.
Semua
berawal dari sms yang aku kirim ke dia pas tengah hari. Sebuah SMS penegasan
kalo aku tak akan bisa mencintainya dengan baik, sebuah sms yang membuat
segalanya jadi jelas. Sejelas suasana pas siang hari. Sms yang membuat
hubunganku dengan Dia tidak akan bisa berlanjut lagi. Ya penyebab utama aku
ngga bisa mencintainya hanya sebuah prinsip. Aku ngga bisa mencintai seseorang
yang seumuran denganku.
Perasaan
yang nggak enak ini aku tuangkan dalam tulisan ini. Dengan iringan lagu-lagu
mellow rectoverso seakan membuat malem ini menjadi semakin aneh. Seakan aku
adalah seorang yang kurang bersyukur dengan semua. Sudah jelas ada seseorang
yang mencintaiku, mengharapkanku, menggantungkan hidupnya ke aku. Tapi aku
putuskan harapan itu. Kalo udah begini kayake ngga ada lagi tempat mengadu kecuali
ke Dia, kekasih sesungguhnya. Alloh, Rabbil alamin. Sumber segala rasa cinta,
sayang, arrahman, Arrahim.
Jember, 16 September 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar