Sabtu, 09 Februari 2013

SMS

Perasaanku malem ini bercampur aduk. Nggak tahu kenapa ya. Ya ada sedikit galau, sakit, seneng, puas, gembira juga. Beberapa menit atau jam yang lalu masih sempet aku ketawa dan aku menganggap bahwa aku adalah manusia paling seneng saat ini. Dunia seakan indah, langit sore yang biasanya selalu redup nampak cantik dimataku. Yah, pokoknya semua serba indah. Namun kebahagiaan itu kayaknya nggak bertahan lama. Detik ini malem pukul 7.44 setelah sholat isya perasaan puas, perasaan gembira itu pun musnah. Berganti perasaan sakit, perasaan galau, perasaan bersalah. Dalem banget pokoknya. Sebuah SMS pendek yang masuk ke HP ku. Membuat semuanya berubah. “Terimakasih ya Alloh, Hari ini telah Kau tunjukkan bahwa di bukanlah yg terbaik buat hamba.” Seakan hati ini digempur godam pas ngebaca sms itu. SMS dari seorang temen deket yang pernah sedemikiaan suka, pernah menggantung harapan padaku. Ya Rabb,  sedimikian salahkah hambamu ini sehingga tega melukai makhluk indah ciptaanmu.
Semua berawal dari sms yang aku kirim ke dia pas tengah hari. Sebuah SMS penegasan kalo aku tak akan bisa mencintainya dengan baik, sebuah sms yang membuat segalanya jadi jelas. Sejelas suasana pas siang hari. Sms yang membuat hubunganku dengan Dia tidak akan bisa berlanjut lagi. Ya penyebab utama aku ngga bisa mencintainya hanya sebuah prinsip. Aku ngga bisa mencintai seseorang yang seumuran denganku.
Perasaan yang nggak enak ini aku tuangkan dalam tulisan ini. Dengan iringan lagu-lagu mellow rectoverso seakan membuat malem ini menjadi semakin aneh. Seakan aku adalah seorang yang kurang bersyukur dengan semua. Sudah jelas ada seseorang yang mencintaiku, mengharapkanku, menggantungkan hidupnya ke aku. Tapi aku putuskan harapan itu. Kalo udah begini kayake ngga ada lagi tempat mengadu kecuali ke Dia, kekasih sesungguhnya. Alloh, Rabbil alamin. Sumber segala rasa cinta, sayang, arrahman, Arrahim.
Jember, 16 September 2012


Tidak ada komentar:

Posting Komentar