Praktikum, Inhaln, ACC, Laporan
Individu, Tiket Masuk, Kunjungan Lapang, Kuosioner dan banyak lagi kata-kata
yang bisa ngegambarin kegiatan praktikum selama aku kuliah di Pertanian. Jadi
kalo ditanyain sama anak pertanian ketika sudah lulus mengenai hal apa yang
paling berkesan dari kampus pertanian mayoritas akan bilang praktikumnya.
Haha.. bayangin saja dalam satu semester perbandingan perkuliahan antara tatap
muka dosen dengan kegiatan praktikum bisa 50:50. kalo dilihat di besarnya SKS
memang tidak terlalu mencolok, namun faktanya teori tidak selalu bejalan
beriringan dengan fakta. Di semester 1 aku menempuh 21 sks dari 21 sks itu ada
praktikumnya sebanyak 4 SKS. 4 SKS praktikum itu kalo dijadikan jam kira-kira
ada 4x 100 menit atau 400 menit. 400 menit itu Cuma praktikum diruangan. Belum
ditambah dengan pembuatan laporan, wawancara dengan petani untuk menggali data,
revisi dengan asisten yang kiler. Laporan saja ada dua macam. Ada laporan
individu, ada juga laporan kelompok. Jadinya intinya kalo pas lagi musim
praktikum jangan ngomong ngedate, malming, pulkam apalagi. Ngga bisa kawan.
Yang menjadi temenmu pas praktikum itu ya laporan, laporan, dan laporan. Itu
baru diawal kuliah. Aku masih inget pas kuliah di semester 4 aku nempuh 24 sks.
Dari 24 sks itu semua mata kuliah ada praktikumnya, ya kalo bisa dibilang saat
itu adalah saat yang paling berat, sekaligus berkesan bagiku. Tidur 4 jam
sehari semalem itu sudah makanan pokok. Pernah juga aku kepleset di halaman
depan kos pas tengah malem hanya gara-gara lupa ketiduran dan belum ngerjain
laporan yang besok kudu selesai. Ceritanya pas bangun aku kaget banget sehingga
dari kamar langsung lari keluar untuk ke tempat rentalan, nggak tahu atau dasar
orang lagi kalap. Padahal itu abis hujan. Karuan saja aku jatuh kepleset.
Jederrr..!! rasain lo. Hahaha. Kalo inget pengalaman itu rasanya kepingin
nangis, juga ketawa. Besoknya aku ngga bisa jalan gara-gara abis jatuh itu.
Ngomong-ngomong masalah praktikum
kurang lengkap kalo belum nyebut kata inhaln. Ya itulah momok paling menakutkan
bagi mahasiswa pertanian. Dan menurut sejarah memang belum ada seorangpun
mahasiswa pertanian di jurusanku yang nggak pernag ngalami rasanya di inhaln
oleh asisten. Termasuk aku. Memang di semester 1 dan 2 aku nggak pernah. Tapi
pas semeter 3 sampe 5 kayake sering banget aku ngalami inhaln. Bahkan temenku
yang IPK nya sejak kuliah di semester 1 sampe 7 ini selalu 4 juga ngga luput
dari hantu inhaln ini. Inhlan ini sebabnya macem-macem. Mulai dari hal-hal yang
gede seperti nggak ikut praktikum karena berbagi faktor, ngga bawa tiket masuk
praktikum yang mana tiket ini berupa laporan gitu, telat acc laporan, ngga mau
revisi, telat bayar buku sampe hal-hal kecil seperti salah pake baju yang
harusnya pake baju yang berkerah resmi nggak pake, salah pake sepatu harusnya
pake sepatu tertutup di bagian depan, ketawa-ketawa pas praktikum tanpa sebab,
lupa kalo ada praktikum akibat kebanyakan praktikum atau hal lain, make sepatu
ngga bener pas praktikum harusnya kakinya di masukin ke sepatu secara sempurna
bukan di tekuk dibagian belakangnya aja. Dan untuk masalah lupa kalo ada
praktikum aku pernah 3 kali ngga ikut praktikum gara-gara lupa ini. Pertama
kali kalo nggak salah pas praktikum media komunikasi. Pas temen-temen lagi
praktikum aku malah asyik ketawa-ketawa nonton shaun the sheep di kos. Akibat
keasyikan jadinya aku lupa. Hahah. Pernah juga pas itu aku sedang praktikum
manajemen sumber daya. Akibat keasyikan browsing internet di komputer di lab aku
terlambat praktikum, ya jadinya aku diusir keluar dari ruangan alias nggak
boleh masuk kelas.
Kalo inget-inget masa praktkum kurang
lengkap juga kalo ngga nyebutin mesi ketik manual. Ya, mesin ketik peninggalan
revolusi industri ini merupakan barang antik yang masih digunakan di kampusku.
Saat semester 3 waktu aku nempuh praktkum agrobiologi bagian fisiologi tumbuhan
dengan mesin ini lah aku ngerjain laporan praktikum. Hehe. Memang kedengarannya
agak katrok ya. Emang di kampus apa ngga ada komputer gitu ya..? bukan karena
itu juga. Tahu lah sekarang kan jamannya efisien dan produktivitas. Sehingga
dengan alasan efisiensi waktu tidak jarang mahasiswa suka copas laporan. Nah
itu lah salah satu sebab kenapa di lab ini laporan praktikum harus dikerjakan
dengan mesin ketik manual. Ya supaya budaya copy, paste edit bisa di
minimalisir.
Pas saat semester 3 suatu sejarah
tercipta bagiku. Suatu hal yang sebenarnya aneh bisa aku raih. Aku menjadi
asisten di jurusanku. Ha? Ngga salah ketik ini. Sama sekali ngga. Aku juga
heran kenapa aku yang sering inhaln ini bisa-bisanya lolos menjadi asisten
dosen di jurusanku. Ya mulai semester ini aku membantu kegiatan praktikum di
laboratorium Sosiologi Pertanian. Laboratorium inilah yang membentukku menjadi
seorang mahasiswa yang sedikit ngeh lah dengan fenomena sosial ekonomi petani
kita. Sampai saat tulisan ini aku buat aku masih tetap menjadi asisten di
laboratorium ini. Membantu adek angkatan membuat laporan, mengajar di kelas
praktikum, memandu diskusi, dan juga mendampingi waktu praktikum lapang di
desa-desa serta yang paling asyik adalah bisa liburan gratis ke Malang,
Lumajang pas sedang ada kegiatan kunjungan lapang gitu. Haha. Dan ketika
menjadi asisten ini jugalah suatu sejarah percintaanku tercipta. Ha, apaan
ini.? Ok. Gini kawan. Ya aku pernah jatuh hati ke praktikanku. Dan itu adalah
pengalaman pertama aku berani nembak cewek. Haha. Aneh memang kan. Sudah
semester 5 kuliah tidak pernah pacaran. Hahaha. Namun sayang sekali aku belum
beruntung. Dewi fortuna sedang malas sepertinya buat deket-deket sama aku.
Soalnya intelijenku kurang profesional. Cewek yang sedang aku deketin itu sudah
punya komitmen dengan seseorang, jadinya ya aku cuman bisa nyesek. T_T
Tidak ada komentar:
Posting Komentar