Sabtu, 09 Februari 2013

Serba-serbi Praktikum. Part 3

Praktikum, Inhaln, ACC, Laporan Individu, Tiket Masuk, Kunjungan Lapang, Kuosioner dan banyak lagi kata-kata yang bisa ngegambarin kegiatan praktikum selama aku kuliah di Pertanian. Jadi kalo ditanyain sama anak pertanian ketika sudah lulus mengenai hal apa yang paling berkesan dari kampus pertanian mayoritas akan bilang praktikumnya. Haha.. bayangin saja dalam satu semester perbandingan perkuliahan antara tatap muka dosen dengan kegiatan praktikum bisa 50:50. kalo dilihat di besarnya SKS memang tidak terlalu mencolok, namun faktanya teori tidak selalu bejalan beriringan dengan fakta. Di semester 1 aku menempuh 21 sks dari 21 sks itu ada praktikumnya sebanyak 4 SKS. 4 SKS praktikum itu kalo dijadikan jam kira-kira ada 4x 100 menit atau 400 menit. 400 menit itu Cuma praktikum diruangan. Belum ditambah dengan pembuatan laporan, wawancara dengan petani untuk menggali data, revisi dengan asisten yang kiler. Laporan saja ada dua macam. Ada laporan individu, ada juga laporan kelompok. Jadinya intinya kalo pas lagi musim praktikum jangan ngomong ngedate, malming, pulkam apalagi. Ngga bisa kawan. Yang menjadi temenmu pas praktikum itu ya laporan, laporan, dan laporan. Itu baru diawal kuliah. Aku masih inget pas kuliah di semester 4 aku nempuh 24 sks. Dari 24 sks itu semua mata kuliah ada praktikumnya, ya kalo bisa dibilang saat itu adalah saat yang paling berat, sekaligus berkesan bagiku. Tidur 4 jam sehari semalem itu sudah makanan pokok. Pernah juga aku kepleset di halaman depan kos pas tengah malem hanya gara-gara lupa ketiduran dan belum ngerjain laporan yang besok kudu selesai. Ceritanya pas bangun aku kaget banget sehingga dari kamar langsung lari keluar untuk ke tempat rentalan, nggak tahu atau dasar orang lagi kalap. Padahal itu abis hujan. Karuan saja aku jatuh kepleset. Jederrr..!! rasain lo. Hahaha. Kalo inget pengalaman itu rasanya kepingin nangis, juga ketawa. Besoknya aku ngga bisa jalan gara-gara abis jatuh itu.
Ngomong-ngomong masalah praktikum kurang lengkap kalo belum nyebut kata inhaln. Ya itulah momok paling menakutkan bagi mahasiswa pertanian. Dan menurut sejarah memang belum ada seorangpun mahasiswa pertanian di jurusanku yang nggak pernag ngalami rasanya di inhaln oleh asisten. Termasuk aku. Memang di semester 1 dan 2 aku nggak pernah. Tapi pas semeter 3 sampe 5 kayake sering banget aku ngalami inhaln. Bahkan temenku yang IPK nya sejak kuliah di semester 1 sampe 7 ini selalu 4 juga ngga luput dari hantu inhaln ini. Inhlan ini sebabnya macem-macem. Mulai dari hal-hal yang gede seperti nggak ikut praktikum karena berbagi faktor, ngga bawa tiket masuk praktikum yang mana tiket ini berupa laporan gitu, telat acc laporan, ngga mau revisi, telat bayar buku sampe hal-hal kecil seperti salah pake baju yang harusnya pake baju yang berkerah resmi nggak pake, salah pake sepatu harusnya pake sepatu tertutup di bagian depan, ketawa-ketawa pas praktikum tanpa sebab, lupa kalo ada praktikum akibat kebanyakan praktikum atau hal lain, make sepatu ngga bener pas praktikum harusnya kakinya di masukin ke sepatu secara sempurna bukan di tekuk dibagian belakangnya aja. Dan untuk masalah lupa kalo ada praktikum aku pernah 3 kali ngga ikut praktikum gara-gara lupa ini. Pertama kali kalo nggak salah pas praktikum media komunikasi. Pas temen-temen lagi praktikum aku malah asyik ketawa-ketawa nonton shaun the sheep di kos. Akibat keasyikan jadinya aku lupa. Hahah. Pernah juga pas itu aku sedang praktikum manajemen sumber daya. Akibat keasyikan browsing internet di komputer di lab aku terlambat praktikum, ya jadinya aku diusir keluar dari ruangan alias nggak boleh masuk kelas.
Kalo inget-inget masa praktkum kurang lengkap juga kalo ngga nyebutin mesi ketik manual. Ya, mesin ketik peninggalan revolusi industri ini merupakan barang antik yang masih digunakan di kampusku. Saat semester 3 waktu aku nempuh praktkum agrobiologi bagian fisiologi tumbuhan dengan mesin ini lah aku ngerjain laporan praktikum. Hehe. Memang kedengarannya agak katrok ya. Emang di kampus apa ngga ada komputer gitu ya..? bukan karena itu juga. Tahu lah sekarang kan jamannya efisien dan produktivitas. Sehingga dengan alasan efisiensi waktu tidak jarang mahasiswa suka copas laporan. Nah itu lah salah satu sebab kenapa di lab ini laporan praktikum harus dikerjakan dengan mesin ketik manual. Ya supaya budaya copy, paste edit bisa di minimalisir.
Pas saat semester 3 suatu sejarah tercipta bagiku. Suatu hal yang sebenarnya aneh bisa aku raih. Aku menjadi asisten di jurusanku. Ha? Ngga salah ketik ini. Sama sekali ngga. Aku juga heran kenapa aku yang sering inhaln ini bisa-bisanya lolos menjadi asisten dosen di jurusanku. Ya mulai semester ini aku membantu kegiatan praktikum di laboratorium Sosiologi Pertanian. Laboratorium inilah yang membentukku menjadi seorang mahasiswa yang sedikit ngeh lah dengan fenomena sosial ekonomi petani kita. Sampai saat tulisan ini aku buat aku masih tetap menjadi asisten di laboratorium ini. Membantu adek angkatan membuat laporan, mengajar di kelas praktikum, memandu diskusi, dan juga mendampingi waktu praktikum lapang di desa-desa serta yang paling asyik adalah bisa liburan gratis ke Malang, Lumajang pas sedang ada kegiatan kunjungan lapang gitu. Haha. Dan ketika menjadi asisten ini jugalah suatu sejarah percintaanku tercipta. Ha, apaan ini.? Ok. Gini kawan. Ya aku pernah jatuh hati ke praktikanku. Dan itu adalah pengalaman pertama aku berani nembak cewek. Haha. Aneh memang kan. Sudah semester 5 kuliah tidak pernah pacaran. Hahaha. Namun sayang sekali aku belum beruntung. Dewi fortuna sedang malas sepertinya buat deket-deket sama aku. Soalnya intelijenku kurang profesional. Cewek yang sedang aku deketin itu sudah punya komitmen dengan seseorang, jadinya ya aku cuman bisa nyesek. T_T

Tidak ada komentar:

Posting Komentar