Gadis berwajah ceria,
senyumam kegembiraanya masih terbayang di benakku. Senyuman saat aku
mengmbalikan barang yang ketinggalan. “Mas Imam… Mas Imam..!! “ teriaknya
dengan nada manja. Dan aku pun tidak berani untuk memandang wajah itu, terlalu
indah wajah itu bagiku. “Oya, ini barangmu ya, Lain kali hati-hati dek”
hanya itu yang mampu keluar dari mulut ini. Bodohnya diriku, kenapa hanya
ucapan itu yang mampu keluar. Lidah ini seakan kelu untuk sekedar mengucapkan kata-kata
basa-basi. Langsung saja aku beranjak untuk meninggalkannya. Dan biarlah udara
disekitar ini menjadi saksi pertemuan singkat ini. Lega rasanya hati ini.
Jam kuliah berakhir, dan
cuaca yang sedikit panas memaksaku untuk segera menuju kearah kamar mandi.
“panas banget cuaca hari ini, guman temen sebangkuku” dan aku hanya membalas
dengan senyuman. Aku lihat langit seperti menggantung siap-siap untuk
menumpahkan isinya. Pantesan cuaca panas banget, mau hujan soalnya. Setelah
membasuh wajah langsung saja aku beranjak untuk meninggalkan kampus, tempat
dimana sebagian besar waktu dalam sehari aku habiskan. Dan terlebih lagi saat
musim praktikum seperti ini. Kadangkala aku berangkat kekampus jam 6 pagi dan
baru bias sampai rumah pukul 8 maleman.
Kukayuh sepedaku
meninggalkan kampus tercinta ini. Deretan pepohonan trembesi berukuran besar
menemaniku di sepanjang jalan area kampus. Deretan pepohonan itu menjadikanku
betah untuk kuliah di Jember ini. Dan aku bersyukur karena adanya poho-pohon
itu, gak bias bayangkan kalau seandaninya pohon-pohn itu tidak ada. Disepanjang
jalan, bayangan gadis berwajah ceria tersebut terus membayangiku. Membuatku
merasa damai, ah indahnya pemilik wajah itu. Kukira hanya sekedar kenal saja
padanya sudah cukup bagiku, dan aku tidak menuntut lebih dari itu. Tak pantas,
istilahnya. “Tit.. Tit..” suara dering hapeku menyadarkan lamunanku. “ Mas
imam, makasih ya.. J”
isi sms itu. Ah dia lagi, memang tadi dia gak semapet untuk ngucapin terima
kasih. “ sama2 dek. Bagiku melihat kamu bahagia itu sudah cukup bagiku, aku
seneng tadi ngelihat kamu bahagia pas barangmu ketemu” aku ketik balesan sms
untuknya. Ternyata dia masih mengingatnya. Aku sedikit seneng, waktu membaca
sms itu.
Beberapa hari setelah
kejadian itu entah mengapa rasa ketertarikan itu menyergapku. Penasaran saja
ingin lebih paham dengannya. Aku coba cari profilnya melalui account FB nya.
Aku baca statusnya. Pokoknya aku kepingin tahu banyak tentang dia. “ gadis
berwajah ceria” dan hingga saat ini aku masih merasa kalau perasaan ku ini
tidak seperti biasanya. Kalau biasanya ketertarikan itu mungkin sehari dua hari
hilang, namun rasa ini sepertinya awet banget ya. Dan aku hanya bias berdoa
kalau memang rasa ini bagus bagiku tidak apa Tuhan (Alloh) engkau pelihara,
kalau memang hal ini buruk silahkan hilangkan rasa ini. Namun aku yakin kalau
perasaan ini memang membangun bagiku. Dan aku berharap untuk menjadi lebih
termotivasi menjadi baik karena Nya. Gadis Berwajah Ceria.
Jember,
27 Desember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar