Sabtu, 09 Februari 2013

Surat buat kakak (Catatan di waktu Malam)


Halo sahabat, wah udah lama ngga nulis sesuatu jadi kangen nih.. setelah capek kuliah abis dengerin dosen ceramah pikiran jadi ruwet.. hehe ini  bukannya aku nggga suka lho. Namun sumpek aja. Ya maklum lah, udah semester tua. Udah kebayang pingin cepet lulus dapet gelar SP.,  wkwkw.. hmm,, ya yang pasti aku kepinginnya lulus cepet waktu lah. Ngapain lama-lama ngendon dikampus. Sono cepet kerja, biar ngga jadi penyumbang pengangguran di negeri ini. Oya koq jadi ngelantur ya  omongan ku.. ni kan tadi ceritanya gue lagi baca surat2 lama gue.. eh nggak tahunya ada stu surat yang belum gue publish. Yah daripada ngendon di soft copy flasdisk mending aja gue masukin blog.. kali aja orang yang mau gue kirimin surat tahu n baca.. #ngarep hehee.. ok dah. Langsung aja ni gue publish surat gue pas lagi galau. Hahaaa.. cekidot.. ^^

Assalamualaikum  Wr. Wb.
To : kakak ku, yang ada dalam hatiku. ONV..
            Salam hormat,
Met malem kak (saat nulis ini suasana pas malem, sebelumnya biar lebih enak n akrab gak papa kan aku manggil kakak) , lama sudah kakak tidak ada kabar. Bagaimana kondisi kakak saat ini, denger2 kakak udah lulus n sekarang lagi berintepreneur ya, di sini aku juga ikut seneng kalo kakak udah bisa mandiri, n denger-denger juga kakak juga jadi Lecture Assistant di kampus kakak. Hemm, enak ya. Moga aja berita yg Q denger ini emang bener. Ya udahlah, saat nulis surat ini aku sedang dalam kondisi yang seger sehabis cuci muka setelah ngutek2 komputer n buka-buka file koq kepikiran tentang kak Vina, ya jadilah ku tulis oret2 an isi hatiku, kalo jelek mohon di maklumi ya karena emang gak pernah sekalipun nulis surat, jadi ini yang pertama lho n kakak adalah orang yang aku kirimi surat (bukan surat formal) ini. Jadi ucapain makasih dong, hehe.
Oya kak, sejak pertama aku ketemu ma kakak ya, tepatnya saat aku di awal masuk kuliah, aku seneng banget lho. Koq ada ya seorang wanita yang masih muda, baik n juga pinter memberikan perhatiaannya pada seorang bocah kampung yang kumel, n juga udik. Aku juga gak tahu darimana kakak kenal dengan aku, yang aku tahu sebelum pertemuan yang berkesan  itu aku mendapat hadiah berupa 2 buah novel yang inspiring banget bagiku. Laskar Pelangi dan Sang pemimpi. Aku gak tahu bagaimana perasaanku saat itu dan aku juga gak inget lagi gimana ekspresiku saat itu. Yang aku inget pas menerima bungkusan itu aku langsung kaget campur seneng. dan setelah itu langsung saja aku baca 2 novel itu. Ya begitulah pokoknya aku gak berhenti kecuali pas sholat dan bersihin rumah. Hehe
Kembali pada suasana pas ketemu ma kakak di rumah eyang kakak. Saat itu aku bareng ma ibu berkunjung kerumah eyang kakak, emang sebelum itu ibuku juga kadang-kadang main kesana. Saat itu kalo gak salah kakak lagi dirumah mungkin pas liburan kali ya, emm. Aku masih inget saat itu aku sempat grogi bin nervous gitu pas ketemuan. N aku juga masih inget saat itu kakak pake baju terusan (daster) warna telor asin kayae. Saat itu aku gak berani untuk melihat kea rah kakak, gak tahu kenapa aku malu banget. Mungkin sifat ini bawaan kali ya. Setelah ngobrol n kakak mencoba mencairkan suasana aku “agak” berani untuk berkomunikasi. N sempet juga aku mencuri pandang untuk melihat wajah kakak. Dari situ aku bisa mengambil satu ciri kakak. Kakak itu Cantik. Hehe. Maaf lho kak kalo aku blak-blakan gini. Mumpung pas di tulisan jadi aku berani bilang gini. Kalo ketemuan langsung dijamin dech aku gak akan berani bilang kata-kata itu. Saat itu kakak banyak cerita ke aku tentang banyak hal mulai dari pengalaman kakak selama kuliah mulai organisasi yang kakak ikutin, tentang beasiswa, tentang perjuangan untuk gak gampang menyerah dalam meraih mimpi. Yang pasti saat itu aku menjadi optimis gitu dalam menjalani masa kuliah kedepannya.
Oya kak, waktu itu kakak juga abis dari Jerman n pas itu kakak ngasih aku kartu pos bergambar kota Erfurt (klo slah tulis dimaklumi ya :). Dari situ aku seneng banget, karena aku gak melihat seberapa harga kartu pos itu, namun yang lebih penting kakak memberikan perhatian padaku, itu sudah cukup bagiku. Namun aku minta maaf kak karena kartu pos itu hilang bersama buku catatan kuliahku karena tertinggal di ruang kuliah. L.. n setelah itu kurang lebih beberapa bulan kakak juga ngasih novel Negeri 5 Menara punya kakak ke aku. Gak tahu aku harus bilang gimana namun ucapan terima kasih bagiku gak cukup untuk ngungkapin isi hatiku ke kakak. Tapi yang pasti nama kakak udah ada koq n aku simpen dalam salah satu lokus hatiku. Hehe
Ya udah kak, aku udah ngantuk. Ntar aku sambung lagi surat ini. Dan pastinya aku disini pasti selalu berdoa untuk kesuksesan kakak di manapun kakak saat ini ada.. Sukses ya kak  J     


Best Regards
Imam Musta’in Marzuqi
Jember, Juni 2012

Mbak Okvina, Thank's a lot


Saya mengenalnya 2,5 tahun yang lalu. Namanya mb’  Okvina Nur Alvita. Dia saat itu kuliah di IPB jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen. Tidak tahu juga darimana dia bias mengenal saya  dengan jauh. Dia paham tentang saya, tentang impian saya, tentang pendidikan saya juga. Dan pastinya dia juga perhatian juga. Waktu itu di berinya kartu pos yang bergambar Jerman serta foto-fotonya ketika dia menjalani study exchange di Jerman. Betapa bangganya teman mendapatkan hadiah itu. Dan pastinya yang bikin aku senang karena masih ada orang yang peduli dan mengenal aku.
Dia juga baik sekali, cantik, peduli. Hemm.. rasanya tak akan sulit baginya ntar dalam mencari seorang pendamping hidup dan beruntung juga orang yang menjadi suaminya kelak. Dia adalah orang yang memperkenalkanku kepada  anak-anak yang berani bermimpi yang ada di pelosok negeri ini. Ya anak-anak lascar pelangi. Melalui novel Laskar Pelangi dan Sang pemimpi yang di paketkan padaku. Begitu senang hatiku menerima hadiah itu. Yang pastinya harapannya padaku dengan membaca kedua novel itu aku mampu memiliki mimpi yang sama tingginya dengan tokoh Ikal serta selalu bersemangat seperti tokoh Lintang. Aku terharu di buatnya. Bagiku hadiah itu sangat berharga dan aku akan selalu menjaganya. Dan terakhir kalinya dia juga menghadiahi aku novel Negeri 5 Menara, walaupun novel ini telah keriting habis kehujanan. Gak masalah sampulnya atopun isinya keriting yang penting dalemnya tetap. Dari novel itu aku belajar tentang tokoh Alif yang mampu menghadapi semua rintangan dengan berbekal mantra sakti “Man Jadda Wa Jada” yang artinya kira-kira siapa yang bersungguh-sungguh dia akan sukses.
Saat menerima itu semua timbul rasa sayang yang dalam padanya. Rasa ungkapan terima kasih, atas ketulusannya dalam menghadiahi aku dengan novel-novel inspiratifnya. Bagiku dia sudah aku anggap sebagai seorang kakak, yang selalu memberikan tepukan tangan ketika aku mencoba, membangunkanku ketika aku jatuh akibat terlalu payah. Aku memang merindukan seorang kakak sebab aku adalah anak tunggal. Seorang kakak bagiku adalah seorang yang mampu aku ajak untuk sharing, minta solusi, dll.
Malam ini secara tak sengaja aku browsing dan melihat isi blog milik mb’ Vina. Aku kaget bercampur haru saat aku membaca tulisannya tentang aku yang ada di dalam blognya. Aku tidak menyangka kalo sebegitu perhatiaanya Dia kepadaku. Dari situ aku menjadi lebih termotivasi untuk menjadi lebih baik, menjadi lebih sukses, menjadi lebih produktif, sehingga aku tidak mengecewakan orang-orang yang menyayangiku selama ini. Aku juga ingin bias menjadi apa yang ingin aku capai.  ~ terima kasih banyak buat Mb’ Vina ^^~

Jember, Agustus 2012

Reynata Saraswati


Reynata Saraswati, ya itulah namanya. Agak aneh memang. Aku juga ngerasa gitu ketika mendengar namanya pertama kali. Dia adik kelasku ketika masih di SMA. Waktu aku kelas 3 SMA dia masih kelas 1. Aku sering melihatanya ketika aku sedang dinas di koperasi SMA. Koperasi Mutiara. Bukan dinas sih sebenarnya tepatnya, tapi Cuma membantu melayani pembeli yang sedang membeli kue atau makanan kecil di sana. Saat itu aku memang belum terlalu kenal dia, namun ya aku ngerasa aneh aja melihat cewek berkacamata bulat yang sering bingung ketika mau membeli kue. Waktu itu aku juga agak malu untuk sekedar menyapa, ya agak minder juga soalnya ataupun mungkin cuek bisa di bilang.

Tiga tahun berlalu, saat ini aku sudah menginjak semester 6. Malam-malam waktu pikiranku agak capek akibat seharian mengerjakan tugas kuliah dan praktikum, sejenak aku buka fb ku. Ya sekedar melihat-lihat saja status teman. Mungkin aja ada yang bagus. Ada juga yang alay, lucu. Dan tak ketinggalan status-status galau yang bikin galau juga bagi yang baca. Tiba-tiba saja mataku terpaku pada status-status unik, tidak lazim namun kata-katanya dalam. Aku pikir yang menulis ini pastinya seseorang yang dewasa, itu bisa di lihat dari bobot tulisannya. Reynata Saraswati. Pikiranku melayang mengingat memoriku ketika SMA. Ya, nama yang sebenarnya tidak begitu asing bagiku.
Aku coba ngechat dia di ruang chatting.

“Assalamualaikum.. ” sejenak aku tunggu dia membalas chat.

“Wa alaikum salam.. ” balasnya.

“Reynata ya. “

“Ya mas.. hahaha. Aku kan adek kelas pas SMA”

“Oya, aku agak inget” balasku. Dan akhirnya percakapanku dengannya pun mengalir lancar layaknya air kran yang baru dibuka. Mulai tanya sesuatu yang ringan, penuh celetukan, penuh guyon dan dengan bahasanya yang memang agak kasar sebenarnya untuk ukuran seorang cewek.

Perkenalanku denganya pun berlanjut di sms. Ya kadang aku tanya-tanya ke dia, saling share tentang kehidupannya, cita-citanya. Dan yang paling berkesan juga tentang prinsip-prinsipnya. “Eh, kamu iku jomblo ya?” tanyaku pada suatu waktu. “Hahaha,, kenapa mas emangnya, aku iku orangnya susah jatuh cinta mas, tapi juga susah buat ngelupain seseorang ketika sudah suka”. Dari percakapannya aku tahu sesuatu. Dulu dia sempet suka ke seseorang cowok. Cinta pada pandangan pertama bisa di sebut, namun cinta yang nggak keturutan soalnya memang tidak pernah di ungkapin.
“Mas, kalau aku cinta ke seseorang cowok aku ngga akan ngomong ke dia. Aku Cuma curhat aja ke Alloh. Dan yang paling penting itu gimana kita memantaskan diri kita aja. Inget ya mas. Wanita baik iku untuk pria baik dan sebaliknya. Pria baik juga untuk wanita baik juga kan?” Ya kata-kata itulah yang sering aku dengar darinya. Sebuah prinsip yang memang sudah di pegang teguh olehnya. Prinsip hidup yang membuatnya tenang hingga sekarang ketika berbicara masalah ginian. “Santai aja mas, urusan jodoh iku udah ada di sana, ntar kalau sudah waktunya pasti Alloh akan menunjukkan dia koq. Ini bukan pasrah, tapi suatu keikhlasan. Jadi ngga usah galau lah mas”.
Memang banyak yang aku pelajari dari nya. Untuk ukuran cewek seumurannya memang perkataannya mendahului usianya. Usianya saat itu masih 19 tahun namun aku juga heran koq bisa pemikirannya kayak anak umur 23 tahun. Pemikirannya tentang masalah kehidupan memang kadang lebih dalam dari apa yang aku pikirkan. Kadang juga sempet terpikir kalo anak ini memang agak aneh. Pernah dia cerita juga tentang masa kecilnya yang agak aneh. Ketika dia masih di SD. “Mas, sory ya, aku ngomongnya memang kasar gini. Bahasaku ya radak medok juga. Mbiyen pas jaman SD smpet aku nggak duwe konco gara-gara bahasaku aneh. Jawa tapi logat bali, jadinya ya aku ngobrolnya sama bapak-bapak tukang becak, tukang sapu. Hahaha.” Aku bayangkan seorang anak SD sedang ngobrol dengan tukang becak, hahaha, kayaknya agak ganjil juga ya.
Gaya bicaranya, prinsipnya, modelnya yang santai, ngga mau ribet kadang bikin aku ngiri juga. Kadang aku merasa agak jaim ketika sedang bersama praktikanku, jadi ngerasa tidak bisa bebas malahan. Itu berbanding dengan nya. Dia orangnya yang nggak suka alay, narsis ketika di depan cowok cakep, stay cool. Ya memang intinya aku senang berteman dengannya, dengannya aku bisa banyak belajar sedikit tentang pemikirannya yang kadang memang sering berlainan denganku. Tapi bukankah itu akan lebih memperkaya pemahamanku, juga lebih mendewasakanku. Memahami keunikan tiap orang sehingga aku bisa menyimpulkan kalau Every one is Special, mereka mempunyai sisi-sisi keunikan tersendiri yang kadang hal itu akan menjadi menarik ketika kita renungkan, sehingga kita tidak merasa benar sendiri.

Jember, 26 Oktober 2012


Warung Pemadam Kelaparan. Part 4

Masalah makan memakan sebenarnya aku tidak terlalu jago, namun kalo urusan radar pencarian warung murah ya aku dikit-dikit juga tahu lah.  Warung murah atau istilah DEE di novel Perahu Kertasya Pemadam Kelaparan, banyak sekali. Salah satu warung langgananku yaitu warung PGSD. Kenapa di beri nama warung PGSD sebab memang lokasinya berada di depan bangunan PGSD. Tempatnya yang teduh sebab berada di bawah pohon kenitu membuat tempat ini asyik untuk dikunjungi saat cuaca terik. Tak jarang ketika jam istirahat tiba kamu bisa cuci mata melihat mahasiswi-mahasiswi FKIP. Ya, sekedar sebagai teman buat menunggu pesanan yang belum jadi atau saat sedang makan. Dengan uang Rp 3500 kalian bisa menikmati nasi pecel dengan lauk telur. Mungkin saat ini harganya naik 500 rupiah. Sebab terakhir saat saya mencari makan di sana harganya sepertinya naik. Dan itu tidak hanya di warung ini namun di warung-warung lain juga sama.
Tempat makan lain yang juga patut di coba karena harganya yang murah yaitu warung gang citra. Letaknya di gang utara kampus pertanian. Warung ini letaknya agak masuk jadi bukan yang letaknya di deket jalan raya. Favorit pesanan saya di warung ini yaitu nasi dengan sambal terong balado. Rasanya menurut saya asyik deh. Pedesnya pas menurut ukuran lidah saya dan bumbunya juga pas. Pokoknya dengan lauk ini sepiring nasi bisa tandas. Masalah lauk kalian juga bisa bebas memilih. Kalau saya biasanya memakai lauk telur dadar. Harganya cukup terjangkau. Cuma 3500 perak. Selain warung makan berat makanan favoritku saat lagi males makan di kosan yaitu somay Mamang. Ya somay ini asli dari bandung loh. Soalnya yang buat memang asalnya dari sana. Namanya Mamang. Sering juga dia ngomong memakai bahasa sunda gitu pas lagi nelpon seseorang. Yang menjadi spesial dari somay ini yaitu kalian bisa meracik bumbunya sendiri. Ambil-ambil sendiri, memperkirakan sendiri. Itu yang bikin asyik, sehingga dari situ kita bisa mencoba-coba dengan resep kombinasi yang kita buat sendiri. Harganya juga sangat murah. Untuk tahu, somay basah, somay goreng, lontong harganya Cuma 500 rupiah. Untuk pentolnya tersedia beraneka ragam. Kalian bisa memilih untuk membeli yang harganya 1000, 2000 ataupun yang pentol spesial, yaitu pentol mercon. Di sebut mercon soalnya ketika kalian menghabiskan satu pentol maka mulut kalian serasa meledak. Soalnya isinya pure sambal. Namun untuk yang pentol mercon jujur saya belum pernah merasakan yang punyaknya mamang, namun untuk bakso lain pernah lah. Memang sensasinya itu yang bikin kita ketagihan untuk mencobanya lagi. Sebenarnya masih banyak tempat makan lain yang juga patut di coba. Warung bu sri yang ada di Jalan Sumatra, warung Bu Indri di jalan Kalimantan X juga recomended menurutku. Walaupun penjualnya agak gimana gitu namun rasa masakannya dan tempe gorengnya itu yang bikin saya kangen untuk makan di sana lagi.  Mie ayam jamur cespleng  yang rasanya nampar banget. Kadang kalau pas ada rejeki ya sesekali juga pernah lah masuk ke Bebek Goreng Slamet, Rumah makan Wong Solo, dan pernah juga ke PH. Namun untuk PH sepertinya lidahku tidak bisa merasakan. Nggak suka rasanya pokoknya. Lebih seneng makan dengan lalapan ayam goreng daripada makan pizza di PH. Hehe.